Meditasi Kristiani
Meditasi Kristiani merupakan cara berdoa dalam tradisi Kristiani yang mengajak seseorang untuk hening, diam, dan membuka hati kepada Tuhan. Tradisi doa hening ini memiliki akar yang panjang dalam kehidupan para pertapa dan biarawan Kristen sejak abad ke-4. Dalam perkembangan modernnya, tradisi ini diperkenalkan kembali secara luas oleh Pater John Main, OSB, seorang rahib Benediktin. Pada tahun 1975, Pater John Main membuka pusat Meditasi Kristiani pertama di London dan mulai membentuk kelompok-kelompok meditasi yang bertemu secara rutin.
Setelah Pater John Main wafat pada tahun 1982, pengajarannya diteruskan oleh Pater Laurence Freeman, OSB. Perkembangan kelompok-kelompok meditasi di berbagai negara kemudian melahirkan World Community for Christian Meditation (WCCM). Komunitas ini secara resmi menggunakan nama tersebut pada tahun 1991 dan terus berkembang menjadi komunitas internasional yang memperkenalkan praktik meditasi Kristiani kepada umat di berbagai negara. Di Indonesia, Meditasi Kristiani mulai berkembang pada awal tahun 2003, dengan dukungan dari Komunitas Meditasi Kristiani di Singapura.
Dalam praktiknya, Meditasi Kristiani mengajak umat menyediakan waktu untuk berdiam diri dalam keheningan dan mengarahkan hati kepada Tuhan. Salah satu bentuknya adalah mengulang dengan tenang sebuah kata doa, yang dalam tradisi ini dikenal sebagai mantra, dengan “Maranatha” sebagai kata doa yang dianjurkan oleh Pater John Main. Melalui latihan yang dilakukan secara teratur, umat diajak untuk membangun kehidupan doa yang lebih dalam, menemukan ketenangan, serta membawa keheningan dan kasih Tuhan ke dalam kehidupan sehari-hari.
